This blog contains about my ideas, feeling, curiosity, and knowledge obviously.
Saturday, December 19, 2020
Drama Indonesia yang Dinantikan
Thursday, October 29, 2020
Pillars of Computational Thinking
1.1 Introduction
- Computational thinking is an approach to solving problems using concepts and ideas from computer science, and expressing solutions to those problems so that they can be run on a computer
- Computational thinking involves breaking down a problem in smaller parts, looking for patterns in those sub-problems, figuring out what information is needed, and developing a step-by-step solution
- Some of these problems can be solved without a computer, while some really do need that extra computing power.
- Approaching problems more systematically, developing more efficient solutions, and understanding how computers can be used in the problem-solving process
- There are four what we call pillars to computational thinking: decomposition, pattern recognition, data representation and abstraction, and algorithm
1.2 Decomposition
- Decomposition is the process of taking a complex problem and breaking it into more manageable sub-problems
- We can then arrive at a solution to the original, complex problem. You have probably experienced this when given the assignment of writing a paper. Rather than just sitting down at your keyboard and writing from start to finish, you probably start by developing an outline of the essay
1.3 Pattern Recognition
- Find patterns among the sub-problems, i.e., similarities or shared characteristics
- This entails finding similarities or shared characteristics within or between problems and allows us to use the same solution for each occurrence of the pattern
1.4 Data Representation and Abstraction
- Data representation and abstraction involves determining what characteristics of the problem are important and filtering out those that are not
1.5 Algorithm
- An algorithm is a set of step-by-step instructions of how to solve a problem. It identifies what is to be done (the instructions), and the order in which they should be done
- An algorithm is the starting point for writing a computer program. And is often expressed at a high level using pseudo code, or flowchart, rather than the English description given on the slide. Both describe instructions, and the order in which the instructions should be done
- Although not every problem requires all four pillars, it is a good framework to use when faced with a problem
Source: Coursera, Computational Thinking-University of Pennsylvania
Tuesday, September 8, 2020
Black White Cat
Hi! This is our cat, and his name is Umis. He has white and black colour fur. He looks cute, doesn't he? He has a black dot on near his nose. However, he is a shy cat. We can not touch him easily, and you must give him something such as food or snack, then he will allow you to nudge his body. He does not have a restricted body area, so you can reach him as long as he still stays there.
![]() |
| Umis was relaxing | Source: private document |
His name is the abbreviation from k(umis), and he gets that name because that black dot indeed. It makes him like having a moustache ("kumis"). But, I realize something more exciting that he is more like a Nazi figure. Do you recognize who he is? Yup, exactly. The most popular Nazi character, who lead and killed many people in the world, is Adolf Hitler. I will not tell you more about him because this contains belong to Umis.
I like him, but I feel guilty about letting him play alone. I usually spend my time to do works and rarely playing with him. Hopefully, he has a long life and good health always. Thank you, Umis for being our cat!
Monday, September 7, 2020
Solving A Question Concerning Water Supply Engineering #1
Here is a simple question:
Transmission pipe flows the water from A water source to B reservoir that has pipe length 5 km and will distribute to C with pipe length 2.3 km.Water level elevation of A is +110 m, B is +220 m, and C is +120 m. Solve the problems below:
- Determine the economic pipe diameter, if the head loss is less than 10 m/km for AB and BC segments, the coefficient of hardness (Hazen William) is 130, and the water discharge is 200 L/s!
- What is the value of head loss for the A-B segment?
- What is the power of a pump to transport the water, if its efficiency is 65%?
- What is the remain of pressure on C?
Saturday, September 5, 2020
Bad (Only this) Day!
Friday, September 4, 2020
5 Tipe Dosen yang Sering Dijumpai di Kampus
- Perfeksionis
- Ibu/Bapa Peri
- Kasihan
- Panutan
- Santuy
Wednesday, September 2, 2020
“Ela Manana Luar Bara Helat: How Indigenous Wisdom Can Heal The Planet”
![]() |
| Amazon Wildfire Brazil | Source: kompas.com |
- Amazon Forest Fire, Brazil
- Kalimantan and Sumatera Forest Fire, Indonesia
- Australia Forest Fire, Australia
Consequently, we have to protect, care, and conserve biodiversity, such as the forest, if we do not want something serious happens in the further. So, what can we do for them? We can learn from one of the struggle stories to conserve Indonesia's forests; namely, The indigenous Dayak Iban Sungai Utik people live in Kapuas Hulu District, West Kalimantan. They are very upholding customs and protect the forest. This forest covers an area of 9,480 hectares. The location is in a protected forest area surrounding 3,862 hectares, in a limited production forest area, including 5,518 hectares, and other use areas of 100 hectares. Their philosophy is "forest and nature provide their life and also show them to the world. Then, the forest is like their father, the earth is as their mother, and the water is their blood."
![]() |
| The Wisdom of Indigenous Dayak Iban | Source: inimulti.com |
- https://www.kompas.com
- https://inimulti.com/cerita-jaga-hutan-dan-kearifan-lokal-masyarakat-di-hutan-adat-sungai-utik/
- https://www.mongabay.co.id/2019/06/24/bagi-masyarakat-iban-sungai-utik-hutan-adalah-ibu/
- https://www.mongabay.co.id/2020/07/18/hutan-adat-masyarakat-iban-sungai-utik-kini-diakui-negara/
Tuesday, September 1, 2020
Awal Mula Tertarik Membaca Buku
Sebetulnya saya bukan orang yang gemar membaca buku karena dulu memang tidak membiasakan untuk membaca banyak buku entah itu buku pelajaran, novel, ataupun majalah. Kebiasaan saya itu adalah bermain video game karena kebetulan di rumah ada sarana nya. Membaca itu hanya sekedar perlu ketika ada ujian ataupun ulangan apalagi ujian yang mengharuskan kita menghafal isi teks. Padahal membaca itu jendela ilmu pengetahuan ya!
![]() |
| Buku Bacaan | Sumber: geotimes.co.id |
Saat masih SD, pertama kali buku bacaan yang nampak itu adalah komik, seperti komik Doraemon, Crayon Shinchan, Detective Conan, dan beberapa komik yang saya tidak kenali. Saya mulai tertarik untuk membaca komik itu, sangat menyenangkan banyak gambar dan di beberapa halaman selalu ada gambar yang berwarna. Kadang saya suka bingung sama alur baca di komik, dari kotak kanan-kiri atau kiri-kanan, dan karena masih dini juga jadi yang teringat hanya gambar tanpa tau maksud pesan yang ingin disampaikan si pengarang.
Setelah komik, di masa-masa SMP hingga SMA mulai tertarik dengan majalah dan novel. Majalah pertama yang saya lirik itu "Joey" (saya lupa nama majalah tepatnya seperti apa), alasannya karena dikenalkan oleh sepupu, majalah ini menggunakan bahasa inggris (dulu saya mana mengerti bahasa inggris, hanya sebatas beberapa kosakata yang saya tahu). Saya lirik majalah itu karena tampilannya menarik (berwarna dan banyak animasi), dan mencoba buat ikut kuis yang ada di dalam majalah itu (kuisnya saya kira gampang dan semua orang pasti bisa menjawab) dan alhamdulillah saya mendapatkan hadiah yang ada di kuis itu berupa sticker, notes, kalender, dan goody bag (plus jadi langganan dikirim majalah ke rumah, padahal sebelumnya hanya dikirim ke sepupu). Tapi, sekarang sudah beralih ke majalah anak sekolah (saya lupa namanya apa) yang saat itu SMA, majalah itu sering ada tiap bulan di kelas di meja guru, yah daripada bosan menunggu saat jam istirahat siang berakhir maka baca majalah ini sebagai penghilang kebosanan. Itu pun hanya baca-baca bagian horoskop, teka-teki, dan berbagai prestasi dari sekolah se-bandung. Sekarang, majalah sudah jarang saya baca bahkan tidak pernah, kalaupun iya itu pasti sedang di tempat tunggu atau di rumah seseorang yang ada majalahnya.
Nah.. novel yang pertama kali itu novel laskar pelangi karena diberikan oleh sepupu, ini juga awal tertarik membaca novel (sebetulnya sebelum novel saya sudah dikenalkan dengan laman fanfiction saat sedang senang-senangnya menonton anime, kemudian diberitahu oleh teman kalo mau cerita nya oot (out of topic) dari aslinya bisa baca di laman itu). Saya kira buku novel yang masih bertahan sampai saat ini untuk saya baca, baik itu novel fiksi ataupun non-fiksi, karena mungkin novel punya alur cerita yang lebih kompleks daripada komik ataupun majalah (di bagian cerpennya). Novel yang sudah saya baca itu ada dari penulis ternama hingga penulis belia, ada yang saya beli ada yang saya unduh gratisan dan ada yang saya pinjam. Tapi, memang tidak intens tiap hari membaca novel, saya masih berlatih untuk gemar membaca di mulai dari bacaan yang memang ringan dan menarik. Ketika kuliah di tingkat I dan II, saya tergolong rajin membaca novel tetapi sekarang jarang dan harus diimbangi dengan membaca buku pengembangan diri dan ilmiah.
Beginilah alur saya bisa mulai tertarik membaca buku, saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk bisa memulai (banyak) membaca lagi di saat situasi pandemi ini, entah itu bacaan ilmiah ataupun non-ilmiah.
Sekian.
/kazhah/
4 Tips Mengerjakan Laporan Laboratorium ataupun Tugas Besar Teknik Lingkungan!!
Hi.. adik-adik teman mahasiswa teknik lingkungan khusunya yang se-almamater dengan saya! Saya sebagai alumni ingin memberikan beberapa tips untuk membuat laporan laboratorium maupun tugas besar yang benar dan baik. Kenapa saya merasa perlu memberikan tips ini? Karena sewaktu saya masih menjadi asisten laboratorium/dosen, maaf saya sedikit merasa "terganggu" dengan beberapa laporan yang sudah dibuat.Tapi memang bukan berarti semuanya itu tidak sesuai ataupun tidak bagus, hal ini tidak benar, justru saya berusaha ingin mengembangkan kemampuan analisis adik-adik supaya bisa lebih dari kaka-kakanya. Kita langsung mulai saja ya harapannya laporan yang kalian buat bisa mendapatkan nilai yang baik dan bermanfaat untuk kedepannya.
1). Kata Kunci
Lho.. apa maksudnya dari kata kunci? Perlu diingat, dosen ataupun asisten dosen itu manusia ya, untuk mengefisienkan waktu, tentunya (tbh) kita (terutama saya) tidak pernah membaca keseluruhan isi laporan dari apa yang teman-teman buat. Apa yang kita cari adalah kata kunci, bila sudah terjawab berarti sudah sesuai begitu juga sebaliknya. Saya ambil contoh tentang percobaan "Asiditas-alkanitas", saya sendiri sudah membuat daftar kata kunci apa saja yang harus ada di teori dasar dan analisis, semisal ada jawaban dari pertanyaan: "Apa itu asiditas?", "Apa itu alkanitas", "Apa yang mempengaruhi asidi-alkali", "Bagaimana proses asidi-alkali?", dsb. Kebanyakan yang sering saya temui itu banyak sekali yang membahas beberapa poin saja, misalnya definisi dan pengaruh asidi-alkali sedangkan yang lainnya tidak dituliskan (padahal ditulis berlembar-lembar, ingat yah kualitas itu lebih utama daripada kuantitas). Saran saya, kalian sebelum memulai menulis terlebih dahulu membuat daftar pertanyaan, seperti 5W1H nya (sebetulnya di juklak dan juknis pun sudah dirinci, tapi ada baiknya kalian buat dan kembangkan dengan versi terbaik kalian)
2). Alur
Alur ini maksudnya saat kita menulis apapun itu harus memiliki alur yang jelas atau sistematis. Ada keterkaitan antar kalimat dan paragraf. Saya sering menemukan tipikal solusi dan simpulan diawal dan diakhir. Misalnya, pada bab pendahuluan, saya sadari betul membuat latar belakang itu sangat susah karena harus bisa memberikan pesan dan isi yang disampaikan secara lebih ringkas dan padat, dan saya pun masih terus belajar untuk bisa membuat tulisan yang baik entah itu di bab pendahuluan, metodologi, bahkan isi. Di bab pendahuluan pada perencanaan tugas besar, umumnya kalian mendeskripsikan solusi seperti, "Air limbah adalah blabla..., dan sistem IPAL yang baik diperlukan di Kota X karena Kota X termasuk daerah yang padat dan kumuh...". Tulisan yang baik menurutku tulisan yang memiliki alur yang sistematis. Misalnya, dimulai dari definisi-contoh-sebab-akibat-alternatif solusi. Saran saya, kalian membuat tulisan layaknya seperti bercerita sehingga "enak" untuk dibaca. Ingat juga, saya tidak pernah membaca keseluruhan isi, tapi saya membaca kata kunci di tiap alurnya.
3). Referensi
Referensi sangat penting apalagi kita akan membuat tulisan ilmiah/akademik yang sudah pasti isi yang kita buat harus ada landasan/pendasaran. Saya sendiri suka melihat judul dari tiap referensi hanya untuk memastikan tulisannya relevan dengan daftar pustaka,
4). Amati Tiru Modifikasi
Sudah menjadi rahasia umum perencanaan tugas besar maupun laporan praktikum berujung "Masteran". Saya tidak akan bilang ini salah lho ini tidak baik lho, justru silahkan kalian liat laporan kaka-kaka kalian sebelumnya entah itu minta langsung ke ybs atau membaca laporannya di perpustakaan. Saya pribadi mempersilahkan apabila menginginkan laporan saya (dengan catatan meminta dengan baik-baik dan sopan). Sewaktu saya masih kuliah, saya pernah mendapatkan laporan tugas besar dari kaka-kaka sebelumnya, jika tidak pun saya mengandalkan laporan yang bertebaran di internet. Poin pentingnya, kita harus bisa memaksimalkan laporan yang sebelumnya dibuat oleh kaka-kaka tingkat kita, kita amati (dalam konteks ini mememahami), kemudian tiru (membuat laporannya), dan modifikasi (laporan yang sudah dimaksimalkan dengan versi kita). Tanamkan saya harus bisa lebih baik lagi mengerjakan laporan ini entah itu dari segi isi maupun redaksi. Ingat, dilarang untuk copy-paste apalagi meniru isi secara keseluruhan (padahal beda studi kasus lho, seharusnya isinya pun berbeda)!. Saran saya, pahami tiap rumus ataupun persamaan yang diberikan (karena tiap asisten sering berbeda, hal ini disebabkan asisten tersebut diajari oleh dosen yang berbeda juga), adanya perbedaan ini bukan berarti yang satu rumus ada yang salah, tidak benar ini. Ini ibaratnya seperti mencari debit (Q), kita bisa mengetahui dari persamaan luas (A) dan kecepatan (v), atau volume (V) dengan waktu (t), dan keduanya ini dibenarkan, bukan?
Nah.. inilah 4 tips mengerjakan laporan untuk mahasiswa teknik lingkungan dari saya. Saya pun masih terus belajar menulis untuk terus berkembang entah itu dari segi isi maupun redaksi. Tetap semangat belajar dan berlatih menulis ya, semoga tips ini bisa bermanfaat. Terima kasih.
/kazhah/
Saturday, August 29, 2020
Hutan Indonesia Lestari Kenekaragaman Hayati Terlindungi
Apa
yang pertama kali terlintas dipikiran kalian ketika mendengar kata ‘Hutan’?
Apakah suatu tempat di mana banyaknya pohon-pohon tinggi yang menjulang
sekaligus menyeramkan? Atau justru merupakan tempat kehidupan bagi flora dan
fauna liar? Simpan jawaban kalian dan mari kita telusuri ‘hutan’ bersama!
Sebelum
kita mengenali lebih jauh tentang hutan, ada baiknya kita mengenal terlebih
dahulu ‘apa itu hutan?’ Mengutip dari UU RI No.41 Tahun 1999 disebutkan “Hutan
adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam
hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang
satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.” Nah.. apakah kalian punya
pandangan lain terkait arti hutan? Jawabannya pasti ada. Tapi, pasti tiap pandangan
memiliki inti yang sama, yaitu ekosistem yang didominasi pohon.
Ekosistem
hutan memiliki arti adanya keterkaitan dan ketergantungan antara makhluk hidup hutan
(tumbuhan, hewan, dan mikroba) dengan lingkungan (cahaya, udara, air dan
tanah). Tentunya setiap makhluk hidup saling membutuhkan satu sama lainnya
untuk tumbuh dan berkembang biak. Sekumpulan makhluk hidup yang bermacam-macam
ini disebut dengan keanekaragaman hayati (kehati). Kita patut berbangga bahwa
Indonesia memiliki kehati yang sangat tinggi karena mempunyai keanekaragaman
ekosistem yang tinggi. Salah satunya adalah banyaknya jenis ekosistem hutan
yang dimiliki Indonesia, yaitu hutan mangrove; hutan pantai; hutan dipterokarpa;
hutan keranggas; hutan rawa; hutan rawa gambut; hutan pegunungan; dan savana.1
Untuk
lebih jelasnya, mari kita simak bersama!
- Hutan Mangrove
Hutan mangrove
ditemukan di lahan yang tergenangi oleh air laut dan air tawar, sehingga hutan
ini sering disebut sebagai hutan payau/bakau. Jenis hutan ini tumbuh di
sepanjang pesisir pantai, muara sungai maupun rawa gambut. Hutan mangrove
memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Contoh
umumnya adalah sebagai tempat penangkaran ikan dan udang; dan penahan gelombang
air laut. Hutan ini dapat ditemukan di wilayah pesisir pantai yang tersebar di
Indonesia.2
Hutan Mangrove di Jakarta
(sumber: perjalanannyaindah.com)
- Hutan Pantai
Hutan pantai
umumnya berada pada kondisi pasir yang kering, terbuka dan ketinggian vegetasi
rendah serta bersemak. Jenis hutan ini biasanya khusus digunakan sebagai
habitat dan lokasi penyu bertelur. Hutan pantai dapat ditemukan di daerah
selatan Jawa, sebagaian pantai barat Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan
pulau-pulau kecil yang tersebar di Indonesia.1
![]() | |
Hutai Pantai di Banyuwangi (Pantai Sukamade)
|
- Hutan Dipterokarpa
Hutan dipterokarpa merupakan hutan dataran rendah yang berada di bawah
elevasi 1.000 m dibawah permukaan laut (mdpl) dan memiliki struktur vegetasi
yang sangat komplek dan beragam. Jenis hutan ini disebut juga hutan hujan.
Hutan ini terdapat banyak pohon yang berukuran besar dengan tinggi mencapai 70
m. 2
Jenis hutan ini umumnya menjadi habitat bagi spesies mamalia besar seperti
gajah, harimau, tapir, rusa dan beruang dan bisa ditemukan di Pulau Kalimantan,
Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tambahannya, lebih
dari 50% kehati hutan dipterokarpa ditemukan di Pulau Kalimantan.1
![]() |
Hutan Dipterokarpa di Kalimantan Timur |
- Hutan Kerangas
Hutan Kerangas
merupakan hutan dataran rendah yang berada di bawah elevasi 800 mdpl dan
umumnya tumbuh di tanah berjenis podsol (tanah pasir dengan kandungan
silika tingga dan bersifat masam). Secara umum, kehati di hutan kerangas lebih
rendah daripada hutan tropis lainnya, yaitu hanya ada 123 jenis tumbuhan. Jenis
hutan ini dapat ditemukan di sepanjang jalan utama di Kalimantan.2
| Hutan Kerangas di Desa Bawan Kalimantan Tengah |
(sumber: BAPPENAS, 2003)
- Hutan Rawa
Hutan rawa umumnya ditemukan pada kondisi air tawar dengan pH (derajat keasaman) 6 atau lebih rendah.2 Vegetasi yang tumbuh di hutan rawa sangat bervariasi, yaitu berupa rerumputan, palem, pandan, dan bahkan pohon yang berukuran besar dan tinggi. Jenis hutan ini banyak ditemukan di Pulau Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku dan Papua bagian selatan.1
Hutan Rawa di Kalimantan Tengah
(sumber: triptus.com)
- Hutan Rawa Gambut
Hutan rawa
gambut umumnya ditemukan di tanah yang bersifat asam, basah dan tergenang.
Vegetasi yang tumbuh di hutan ini adalah pepohonan ataupun berupa semak-semak.
Hutan rawa gambut memiliki peranan penting dalam siklus hidrologi karena
memiliki peran dalam menentukan jumlah emisi karbon yang diemisikan tiap
tahunnya. Jenis hutan ini dapat
ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Papua dan Sulawesi.2
Hutan Rawa Gambut di Kabupaten Siak Provinsi Riau
(sumber: traverse.id)
- Hutan Pegunungan
Hutan pegunungan
di Indonesia terbagai menjadi lima zona berdasarkan ketinggiannya, yaitu pegunungan
bawah; pegunungan atas; sub-alpin; alpin; dan nival. Adanya perbendaan
ketinggian ini yang menyebabkan terjadinya perbedaan habitat satwa dan vegetasi
yang hidup. Semakin menuju puncak gunung, jenis pepohonan yang tumbuh semakin
berukuran kecil, bentuk batang tidak teratur dan tumbuh menyebar. Indonesia
sendiri hanya memiliki satu hutan pengunungan alpin-nival, yaitu hutan pengunungan
Jayawijaya (Papua) dengan ketinggian 4.100-4.600 mdpl (alpin) dan lebih dari
5.000 mdpl (nival).1
![]() |
Hutan Pegunungan Gede Pangrango di Jawa Barat |
![]() | |
Pegunungan (Nival) Lorenz di Papua
|
- Savana
Savana memiliki ciri-ciri wilayah dengan curah hujan
rendah (kering dan panas) dan pepohonan serta semak-belukar yang tumbuh saling
berjauhan. Vegetasi yang tumbuh didominasi oleh rumput, semak-belukar, dan
pepohonan. Jenis hutan ini menjadi habitat bagi banteng, rusa, burung, komodo
dan bahkan penggembalaan hewan ternak. Savana dapat ditemukan di Pulau Jawa
bagian timur, Nusa Tenggara hingga Papua.2
Savana Bekol di Jawa Timur
(sumber: tempatwisata.pro) |
Nah..
Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman hayatinya, bukan? Sebagai penunjang
informasi tambahan, jumlah kehati yang
hidup di ekosistem hutan dan daratan lainnya dapat dilihat pada Gambar di bawah
ini.1
Kekayaan
kehati Indonesia yang sangat melimpah sudah tidak diragukan lagi ya! Tidak
mengherankan jika Indonesia disebut sebagai mega bioversity dan pastinya,
kehati yang tinggi ini sangat menguntungkan bagi Indonesia. Kehati dapat
dimanfaatkan sebagai sumber pangan, obat-obatan, energi dan sandang, penyedia
air dan udara bersih, perlindungan dari bencana alam, dan pengaturan iklim.
Selain ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan kehati untuk perkembangan
sosial, budaya dan ekonomi.1
Namun,
kekayaan alam yang melimpah ini apabila tidak dirawat dan dijaga dengan baik
tentunya bisa berakibat buruk bagi kehidupan manusia maupun lingkungan. Lantas,
terbesitlah dalam pikiran kita: “upaya apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga
kelestarian mereka?”
Ternyata pada
tanggal 7 Agustus 2020 yang merupakan Festival Hari Hutan Indonesia, sekolompok
komunitas lingkungan mengajak kita sebagai masyarakat umum untuk berpartisipasi
dalam kampanye Adopsi Hutan. Adopsi Hutan merupakan kegiatan menjaga dan
merawat hutan dan keanekaragaman hayati lainnya. Adopsi Hutan ini secara
langsung dilakukan oleh warga lokal yang dekat dengan hutan dan dibantu oleh
penjaga hutan. Namun, secara tidak langsung kita dapat melakukan kontribusi
dalam bentuk donasi. Tentunya, donasi ini akan diberikan kepada warga lokal
untuk kegiatan patroli hutan desa/adat, modal wirausaha produksi hasil hutan
non-kayu, dan klinik kesehatan warga.3
Adopsi Hutan
(sumber: hutanitu.id)
Selain berdonasi, kita sebagai warga yang tinggal di kota dapat melakukan
hal-hal sederhana untuk merawat hutan dan lingkungan. Hal-hal sederhana yang
luput tapi berdampak besar bagi hutan dan lingkungan, yaitu seperti berhemat
menggunakan pemakaian kertas baru (akan jauh lebih baik, apabila mendaur-ulang
dan menggunakan kembali kertas daur-ulang), mengkampanyekan adopsi hutan
melalui media sosial, dan mengikuti komunitas atau organisasi di bidang
lingkungan agar kita bisa ikut memantau perkembangan hutan dan keanekaragaman
hayati lainnya.
Jadi, mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan hutan agar Hutan
Indonesia tetap lestari, keanekaragaman hayati terlindungi dan generasi penerus selanjutnya bisa menikmati!!
Salam Lestari!
Referensi:
- BAPPENAS. 2003. Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia 2003-2020: IBSAP: Dokumen Nasional. Badan Perencanaan Pembangunana Nasional; Jakarta.
- https://www.mongabay.co.id
- https://hutanitu.id
Thursday, August 27, 2020
"Teman Terburuk"
Bayangan ini adalah teman terburuk.
Sekalinya ada cahaya, dia baru muncul.
Mengapa saat diri ini gelap, kamu tidak ada?
Namun, meskipun sifatmu seperti itu aku tetap setia padamu.
Meskipun kamu hanya ada disaat titik terang, meskipun aku sendirian dalam kegelapan, tetap saja aku akan lengket padamu.
Sulit dipercaya tapi ini memang benar.
/kazhah/
Grateful Moment
Ada satu momen yang menurutku sangat bahagia dan aku pun tidak bisa mendeskripsikan dengan kata-kata yang tepat. Momen itu adalah satu hari ...
-
Aku terbatas bersamamu.. Tapi kamu bebas bersama yang lain.. Bila saat itu waktu bersamaku.. Aku takkan seperti saat ini.. Waktu... Se...
-
Ada satu momen yang menurutku sangat bahagia dan aku pun tidak bisa mendeskripsikan dengan kata-kata yang tepat. Momen itu adalah satu hari ...

















