Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

Monday, September 7, 2020

Solving A Question Concerning Water Supply Engineering #1

Here is a simple question:

Transmission pipe flows the water from A water source to B reservoir that has pipe length 5 km and will distribute to C with pipe length 2.3 km.Water level elevation of A is +110 m, B is +220 m, and C is +120 m. Solve the problems below:

  • Determine the economic pipe diameter, if the head loss is less than 10 m/km for AB and BC segments, the coefficient of hardness (Hazen William) is 130, and the water discharge is 200 L/s!



  • What is the value of head loss for the A-B segment?
  • What is the power of a pump to transport the water, if its efficiency is 65%?
  • What is the remain of pressure on C?

Hope this simple explanation can help you! Thank you.

/kazhah/

Friday, September 4, 2020

5 Tipe Dosen yang Sering Dijumpai di Kampus

Kenali tipe dosen mu untuk memudahkan kamu mendapatkan nilai yang terbaik dan memudahkan kamu mempelajari mata kuliah tersebut. Salah satu faktor keberhasilanmu di perkuliahan adalah dosen, karena beliau yang memberikan mu nilai akhir dan apabila nilai akhirmu jelek (E) itu artinya kamu harus mengulang di tahun depan. Tapi, dosen hanyalah salah satu faktor kecil yang mementukan kelulusanmu, faktor paling besar adalah usaha (kerja keras) mu, ok! Berikut ini mayoritas tipe dosen yang sering ditemui di kampus:

  • Perfeksionis

Sepertinya tipe ini akan selalu ada di kampus mana pun dan jumlahnya relatif sedikit (hanya ada di mata kuliah tertentu saja yang biasanya dianggap paling susah). Untunglah dosen seperti ini jumlahnya sedikit hanya satu dua saja di tiap jurusan (sambil berharap semoga tidak diajari oleh beliau saat BDATM), tapi faktanya karena perfeksionis ini hampir semua mahasiswa pun pernah diajari oleh beliau. Tak perlu khawatir dengan tipe dosen seperti ini (meski di dalam hati berdoa memohon perlindungan kelolosan matkul), untuk menghadapi dosen seperti ini kita bisa menyiasati dengan duduk paling depan dan bertampang kalem (haduh paling ngga bisa kalo udh disuruh kedepan terus bingung ngerjainnya), dosen seperti ini tidak mengenal kata "buruh nulis" nilai yang beliau kasih saklek atas objektifnya (meskipun ada sedikit subjektif). Kertas ujian tidak perlu diisi curhatan ataupun keluhan karna tidak akan dikasihani juga. Bismillah saja apabila diajari beliau sembari belajar yang rajin supaya tahun depan tidak perlu ketemu beliau lagi di mata kuliahnya.

  • Ibu/Bapa Peri

Tipe ibu/bapa peri memiliki ciri-ciri yang mirip seperti perfeksionis, yaitu jumlahnya relatif sedikit namun banyak ditemukan di mata kuliah yang biasanya dianggap paling mudah. Rata-rata satu angkatan bisa dapat AB bahkan A, saking baiknya kalo dapat nilai akhir yang miris, seperti 79, nilai tersebut akan dinaikkan menjadi 80 sehingga menjadi A. Jangan diragukan lagi kebaikannya, mau itu mahasiswa malas sekalipun pasti dikasih motivasi, dibujuk buat kerjain tugas, dikasih kisi-kisi ujian, dsb. Biasanya tipe dosen ini ada di pertengahan ataupun di akhir tingkat kuliah.

  • Kasihan

Kalo tipe peri itu kasihan ke mahasiswa, ini mahasiswa kasihan ke bapa/ibu dosen ybs. Umumnya dosen tipe ini yang sudah berumur alias udah diatas 60 tahun. Dosen tipe ini sifatnya baik banget dan sabar ngadepin mahasiswa yang telat datang ke kelas (masih boleh ngizinin masuk kelas), karena sudah berumur juga metode pengajarannya pun kadang bikin ngantuk (tampilan kaku, tulisan bak seperti dokter). Urusan kasih nilai, dosen tipe ini tergantung diri kita sih, kalo kita rajin pake banget yah bagus pake banget juga, kalo kitanya malas yah masih selamat sih nilainya (umumnya, engga sampai harus ngulang sih).

  • Panutan

Semua dosen memang sejawarnya menjadi panutan mahasiswa, tapi ini lebih ke kharismatik. Dosen yang paling banyak dikagumi oleh mahasiswa/i karena kharisma mengajarnya dan rupanya. Tentunya ada dosen yang muda dan tampan/cantik, selain rupanya cara mengajarnya pun sangat mudah dipahami. Nilai yang diberikan pun tidak pelit dan masih mengenal "buruh nulis". Dosen yang paling dinanti namun tidak semua mahasiswa pernah diajari oleh beliau.

  • Santuy

Tipikal dosen muda yang kharismatiknya dibawah panutan. Cara menjarnya masih umum dan kadang sulit dipahami, tapi pembawaannya yang santai dan tidak mempermasalahkan mahasiswa yang datang telat ke kelas ataupun malas. Nilai yang diberikan pun relatif mudah seperti tipe panutan. Dosen tipe ini biasanya ada di awal dan pertengahan tingkat kuliah.

Nah inilah 5 tipe dosen yang umumnya sering dijumpai di tiap kampus. Apapun tipe dosenmu kalau kamu belajar dengan rajin dan bersungguh-sungguh kamu pasti bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Semangat belajar!

/kazhah/

Tuesday, September 1, 2020

4 Tips Mengerjakan Laporan Laboratorium ataupun Tugas Besar Teknik Lingkungan!!

Hi.. adik-adik teman mahasiswa teknik lingkungan khusunya yang se-almamater dengan saya! Saya sebagai alumni ingin memberikan beberapa tips untuk membuat laporan laboratorium maupun tugas besar yang benar dan baik. Kenapa saya merasa perlu memberikan tips ini? Karena sewaktu saya masih menjadi asisten laboratorium/dosen, maaf saya sedikit merasa "terganggu" dengan beberapa laporan yang sudah dibuat.Tapi memang bukan berarti semuanya itu tidak sesuai ataupun tidak bagus, hal ini tidak benar, justru saya berusaha ingin mengembangkan kemampuan analisis adik-adik supaya bisa lebih dari kaka-kakanya. Kita langsung mulai saja ya harapannya laporan yang kalian buat bisa mendapatkan nilai yang baik dan bermanfaat untuk kedepannya.

1). Kata Kunci

Lho.. apa maksudnya dari kata kunci? Perlu diingat, dosen ataupun asisten dosen itu manusia ya, untuk mengefisienkan waktu, tentunya (tbh) kita (terutama saya) tidak pernah membaca keseluruhan isi laporan dari apa yang teman-teman buat. Apa yang kita cari adalah kata kunci, bila sudah terjawab berarti sudah sesuai begitu juga sebaliknya. Saya ambil contoh tentang percobaan "Asiditas-alkanitas", saya sendiri sudah membuat daftar kata kunci apa saja yang harus ada di teori dasar dan analisis, semisal ada jawaban dari pertanyaan: "Apa itu asiditas?", "Apa itu alkanitas", "Apa yang mempengaruhi asidi-alkali", "Bagaimana proses asidi-alkali?", dsb. Kebanyakan yang sering saya temui itu banyak sekali yang membahas beberapa poin saja, misalnya definisi dan pengaruh asidi-alkali sedangkan yang lainnya tidak dituliskan (padahal ditulis berlembar-lembar, ingat yah kualitas itu lebih utama daripada kuantitas). Saran saya, kalian sebelum memulai menulis terlebih dahulu membuat daftar pertanyaan, seperti 5W1H nya (sebetulnya di juklak dan juknis pun sudah dirinci, tapi ada baiknya kalian buat dan kembangkan dengan versi terbaik kalian)

2). Alur

Alur ini maksudnya saat kita menulis apapun itu harus memiliki alur yang jelas atau sistematis. Ada keterkaitan antar kalimat dan paragraf. Saya sering menemukan tipikal solusi dan simpulan diawal dan diakhir. Misalnya, pada bab pendahuluan, saya sadari betul membuat latar belakang itu sangat susah karena harus bisa memberikan pesan dan isi yang disampaikan secara lebih ringkas dan padat, dan saya pun masih terus belajar untuk bisa membuat tulisan yang baik entah itu di bab pendahuluan, metodologi, bahkan isi. Di bab pendahuluan pada perencanaan tugas besar, umumnya kalian mendeskripsikan solusi seperti, "Air limbah adalah blabla..., dan sistem IPAL yang baik diperlukan di Kota X karena Kota X termasuk daerah yang padat dan kumuh...". Tulisan yang baik menurutku tulisan yang memiliki alur yang sistematis. Misalnya, dimulai dari definisi-contoh-sebab-akibat-alternatif solusi. Saran saya, kalian membuat tulisan layaknya seperti bercerita sehingga "enak" untuk dibaca. Ingat juga, saya tidak pernah membaca keseluruhan isi, tapi saya membaca kata kunci di tiap alurnya.

3). Referensi

Referensi sangat penting apalagi kita akan membuat tulisan ilmiah/akademik yang sudah pasti isi yang kita buat harus ada landasan/pendasaran. Saya sendiri suka melihat judul dari tiap referensi hanya untuk memastikan tulisannya relevan dengan daftar pustaka,

4). Amati Tiru Modifikasi

Sudah menjadi rahasia umum perencanaan tugas besar maupun laporan praktikum berujung "Masteran". Saya tidak akan bilang ini salah lho ini tidak baik lho, justru silahkan kalian liat laporan kaka-kaka kalian sebelumnya entah itu minta langsung ke ybs atau membaca laporannya di perpustakaan. Saya pribadi mempersilahkan apabila menginginkan laporan saya (dengan catatan meminta dengan baik-baik dan sopan). Sewaktu saya masih kuliah, saya pernah mendapatkan laporan tugas besar dari kaka-kaka sebelumnya, jika tidak pun saya mengandalkan laporan yang bertebaran di internet. Poin pentingnya, kita harus bisa memaksimalkan laporan yang sebelumnya dibuat oleh kaka-kaka tingkat kita, kita amati (dalam konteks ini mememahami), kemudian tiru (membuat laporannya), dan modifikasi (laporan yang sudah dimaksimalkan dengan versi kita). Tanamkan saya harus bisa lebih baik lagi mengerjakan laporan ini entah itu dari segi isi maupun redaksi. Ingat, dilarang untuk copy-paste apalagi meniru isi secara keseluruhan (padahal beda studi kasus lho, seharusnya isinya pun berbeda)!. Saran saya, pahami tiap rumus ataupun persamaan yang diberikan (karena tiap asisten sering berbeda, hal ini disebabkan asisten tersebut diajari oleh dosen yang berbeda juga), adanya perbedaan ini bukan berarti yang satu rumus ada yang salah, tidak benar ini. Ini ibaratnya seperti mencari debit (Q), kita bisa mengetahui dari persamaan luas (A) dan kecepatan (v), atau volume (V) dengan waktu (t), dan keduanya ini dibenarkan, bukan?

Nah.. inilah 4 tips mengerjakan laporan untuk mahasiswa teknik lingkungan dari saya. Saya pun masih terus belajar menulis untuk terus berkembang entah itu dari segi isi maupun redaksi. Tetap semangat belajar dan berlatih menulis ya, semoga tips ini bisa bermanfaat. Terima kasih.

/kazhah/

Grateful Moment

Ada satu momen yang menurutku sangat bahagia dan aku pun tidak bisa mendeskripsikan dengan kata-kata yang tepat. Momen itu adalah satu hari ...